Sabtu, 20 Februari 2016

07.43





JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan pedangdut Saipul Jamil. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui alasan Saipul melakukan pencabulan terhadap DS (17).

Ketua Divisi Sosialisasi KPAI Erlinda mengatakan, tujuan pemeriksaan kondisi psikis Saipul itu untuk mengetahui alasannya melakukan pelecehan terhadap DS. Pemeriksaan juga sebagai kajian KPAI melakukan pencegahan atas kasus serupa nantinya.

"Kami akan mendatangkan psikolog, apakah profile pelaku yang artis, publik figure seperti apa. Nanti untuk bahan kami dalam memberikan proteksi serta pencegahan ke depannya," ujarnya di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2016).

KPAI akan berkoordinasi dengan polisi untuk pemeriksaan itu. Karena, kata dia, kini Saipul Jamil menjadi tahanan polisi lantaran sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan. Rencananya, psikolog itu akan didatangkan ke Polsek Kelapa Gading pada Senin, 22 Februari 2016 mendatang.

"Kami dari KPAI sering bermitra dengan polisi. Sejauh ini tidak ada rekayasa, disetting. Itu murni sesuai protap (Protokol Tetap) yang berlaku," jelasnya
Meski demikian, kata dia, pemetaan psikologis terhadap mantan suami Dewi Perssik itu, tidak berpengaruh pada proses penyelidikan kasusnya. Sebab, kasus tersebut merupakan kewenangan polisi.
Tes kesehatan pedangdut Saipul Jamil sudah selesai dilakukan oleh tim Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya. Hasilnya, duda Dewi Perssik itu dinyatakan sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak mengatakan, hasil pemeriksaan medis Saipul Jamil menunjukan indikasi detak jatung yang normal. Saipul Jamil tidak mengalami masalah pada kesehatan maupun psikologisnya.
"Rekam jejak jantungnya normal dan tidak mempunyai masalah dalam kesehatannya. Dia (Saipul Jamil) lemas karena sedang puasa," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2016).

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan kali ini, polisi tidak memeriksa Saipul secara psikologis. Pemeriksaan tersebut rencananya akan dilakukan pada minggu depan. "Minggu depan kami akan periksa kondisi kejiwaannya," kata dia.

Sementara itu, Saipul Jamil mengaku, ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan popularitasnya sebagai artis dan penyanyi dangdut. Maka itu, dia mengatakan, isu pencabulan ini adalah kerjaan orang tak bertanggung jawab dan berniat menzaliminya.

"Saya mohon doanya saja semoga orang-orang yang mejelekkan saya dan menjatuhkan diri saya," katanya singkat.

"Di sini, kami hanya ingin melakukan mapping pelaku itu punya kecenderungan seperti apa. Miringnya seperti apa nih pelaku, atau malah pribadinya kuat dan bagus," tuturnya
Pedangdut yang fenomenal Saipul Jamil mengaku bahwa dirinya menyesal mengenal remaja 17 tahun berinisial DS. Pasalnya, dia yang telah banyak membantu DS, namun DS justru menjatuhkan karirnya dengan menebar fitnah pencabulan.
"Menyesal dalam tataran perbuatan (mengenal DS), tapi kenapa kenal udah lama dan sering dibantu kok Bang ipul malah seakan dijadikan korban oleh anak itu," ujar kuasa hukum Saipul Jamil, Kasman Sangaji pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (20/1/2016).
Menurutnya, akibat perbuatan DS, Saipul menjadi korban dari segala pemberitaan yang negatif. Pemberitaan yang menyudutkan klientnya itu dinilai tak berdasar dan tak sesua fakta, semuanya hanya karangan belaka.
"Tidak ada bukti dan yang melihat langsung Saipul pernah melakukan tindak pidana pencabulannya," tuturnya.
Kasman menegaskan, Saipul Jamil memang merasa terzalimi atas kasus dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya itu.
Apalagi, mantan Dewi Persik itu ditetapkan sebagai tersangka atas apa yang tak dilakukannya. "Kalau bicara itu terzalimi, saya tegaskan Bang Ipul bukan sebagai pelaku, tapi sebagai korban," pungkasnya.
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar